Kuala Lumpur (KABARIN) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada Iran setelah negara tersebut mengizinkan kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi energi dunia.
Apresiasi itu disampaikan langsung Anwar saat bertemu Duta Besar Republik Islam Iran untuk Malaysia, Valiollah Mohammadi, di sela acara dialog di Malaysia, Selasa.
"Dalam suasana ketidakpastian susulan krisis Asia Barat, saya menyampaikan penghargaan Malaysia atas keputusan Iran yang mengizinkan kapal minyak negara melintasi Selat Hormuz," kata Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar, keputusan ini punya dampak besar, terutama untuk menjaga kelancaran pasokan energi. Selain itu, langkah tersebut juga membantu menekan biaya hidup masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi Malaysia di tengah situasi global yang tidak menentu.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) mengonfirmasi bahwa satu dari tujuh kapal komersial asal Malaysia sudah mendapat izin untuk melintasi Selat Hormuz.
Pemerintah Malaysia menyebut hasil ini tidak lepas dari upaya diplomasi intensif yang dilakukan kedua negara. Komunikasi tingkat tinggi antara Malaysia dan Iran jadi kunci dalam membuka akses tersebut.
Salah satunya adalah percakapan telepon antara Anwar Ibrahim dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 26 Maret 2026, yang disebut berlangsung konstruktif.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan juga sebelumnya telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada 24 Maret 2026.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026